Bedah Syarat-Syarat Menjadi Pilot | Syarat Dasar dan Syarat Masuk Sekolah Pilot

Pilot termasuk salah satu profesi yang paling banyak diminati oleh banyak orang karena selain terlihat keren, profesi ini juga menawarkan gaji yang tinggi. Bahkan, gaji seorang pilot senior bisa mengalahkan gaji seorang presiden! Terdengar hebat bukan?

Lantas, bagaimana syarat menjadi seorang pilot? Di sini kita akan mengupas tuntas syarat-syarat apa saja yang harus kamu penuhi untuk menjadi seorang pilot. Baca sampai habis ya!

Untuk menjadi pilot, ada dua jenis syarat yang sama pentingnya. Yang pertama adalah syarat dasar yang ditetapkan oleh negara di mana sekolah penerbangan itu berada. Misalnya, di Indonesia mengacu pada Civil Aviation Savety Regulation (CASR) yang ditetapkan oleh Departemen Perhubungan dari Kementerian Perhubungan RI.

Di negara lain, misalnya Filipina memiliki Civil Aviation Authority of The Philliphines (CAAP). Dan tentu saja, ada beberapa persyaratan teknis yang berbeda dengan CASR yang dimiliki Indonesia.

Pada dasarnya, siapapun yang telah mendapatkan lisensi penerbangan adalah seorang pilot dan bisa melamar di berbagai maskapai penerbangan. Ada berbagai lisensi yang harus didapatkan oleh seorang pilot, mulai Student Pilot License yang diperlukan siswa sekolah pilot untuk latihan menerbangkan pesawat, kemudian Private Pilot License (PPL) untuk menerbangkan pesawat secara pribadi sampai Certified Flight Instructor (CFI) untuk menjadi instruktur di sekolah penerbangan.

Baca lebih lanjut tentang berbagai macam lisensi ini di sini ya.

Nah, untuk mendapatkan lisensi-lisensi ini, kamu harus masuk dan lulus dari sekolah pilot. Dan sekolah pilot juga memiliki syarat-syarat tersendiri bagi calon siswanya. Oleh karenanya, jenis syarat kedua adalah syarat yang ditetapkan oleh Sekolah Pilot yang bersangkutan. Karena tentu saja untuk menjadi pilot kamu harus lulus dari sekolah pilot. Tidak ada jalan lain.

Jadi, untuk menjadi seorang pilot, syarat mutlak yang harus kamu penuhi terlebih dahulu adalah syarat dasarnya—nanti akan kita ulas setelah ini. Kemudian, setelah memastikan syarat itu telah kamu penuhi, barulah kamu mencari tahu syarat-syarat yang ditetapkan oleh sekolah pilot.

Setiap sekolah pilot, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh maskapai penerbangan dan pihak lain, memiliki syarat masuk yang berbeda-beda. Ini merupakan kebijakan setiap sekolah. Standar yang diminta berbeda-beda.

Inilah yang harus kamu pahami apabila hendak menjadi seorang pilot. Jangan termakan kabar burung yang belum tentu valid mengenai syarat-syarat menjadi pilot. Misalnya, mata tidak boleh minus, gigi tidak boleh bolong dan sebagainya.

Ikuti saja aturan dasarnya kemudian cari tau sekolah pilot mana yang hendak kamu masuki dan apa saja syarat-syarat yang diberlakukan di sana. Baiklah, mari kita ulas satu per satu syarat-syaratnya ya!

Syarat Dasar

Apa saja syarat dasar menjadi seorang pilot? Berikut ulasannya.

Minimal Berusia 18 Tahun

Secara umum di Indonesia, menurut peraturan dasar CASR, usia minimal calon siswa sekolah pilot adalah 18 tahun. Usia ini mengacu pada usia setelah lulus SMA/sederajat. Ada sekolah pilot yang mengharuskan calon siswanya berasal dari jurusan IPA di SMA. Tetapi, itu hanya berlaku di STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia).

Selain dari itu, kamu masih punya peluang besar menjadi seorang pilot. Fliteline Aviation Indonesia misalnya, kami menerima siswa calon pilot tanpa dibatasi maksimal usia tertentu. Asalkan telah berusia 17/18 tahun dan memiliki tekad kuat untuk melalui berbagai pelatihan penerbangan terbaik di sekolah kami, kamu bisa masuk ke sekolah kami.

Karena bagi kami, pada dasarnya syarat usia itu diberlakukan untuk memenuhi kualifikasi ketika hendak mengambil lisensi tertentu. CPL misalnya, minimal usia untuk mengambil lisensi ini adalah 18 tahun. Dan tidak ada batas maksimal usia tertentu untuk mengambil lisensi ini.

Selain usia, salah satu yang berkaitan dengan ini adalah jenis sekolah. Ada yang risau karena bukan lulusan SMA, tetapi memiliki cita-cita menjadi pilot. Apakah bisa? BISA! Ada banyak sekolah pilot yang tidak mengharuskan calon siswanya berasal dari SMA.

Kami misalnya. Asal sekolah tidak menjadi syarat penting di sekolah kami. Karena pada dasarnya, fasilitas pelatihan yang memadai dan instruktur terbaik kamilah yang akan melatih calon siswa kami menjadi pilot yang andal.

Bisa Berbahasa Inggris

Bahasa Inggris adalah basic skill dalam profesi pilot. Baik di sekolah pilot maupun di maskapai penerbangan, kemampuan berbahasa Inggris tidak dapat ditawar atau diganggu gugat. Di sekolah pilot, semua pembelajaran termasuk buku-buku literatur akan diberikan dalam Bahasa Inggris.

Hal ini tentu untuk mempersiapkan lulusan sekolah pilot agar dapat melakukan tugas profesinya dengan baik. Semua unsur yang ada dalam dunia profesi pilot dilakukan dalam Bahasa Inggris. Misalnya, berkomunikasi dengan ATC (Air Traffic Controller) saat melakukan penerbangan.

Tetapi tenang saja, untuk menjadi siswa sekolah pilot, pada dasarnya tidak perlu kemampuan berbahasa Inggris yang sangat paripurna. Kamu bukan mahasiswa Sastra Inggris yang harus mempelajari seluruh elemen dalam bahasa tersebut. Tetapi tentu saja apabila kemampuan berbahasa Inggrismu sudah baik, itu akan menjadi bekal yang bagus.

Kamu tidak harus menguasai semuanya sekaligus, bisa kamu lakukan secara perlahan. Benarkah begitu? Apakah ada sekolah pilot yang memiliki kebijakan seperti itu?

Sebagian besar sekolah pilot di Indonesia memang menetapkan standar bahasa Inggris dengan nilai TOEFL atau TOEIC yang cukup tinggi. Tetapi bukan berarti tidak ada yang memberi kemudahan regulasi untuk menjadi siswa di sekolah penerbangan.

Kami tidak mengatakan bahwa profesi pilot tidak membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris yang memadai. Tetapi itu tidak harus dipenuhi sejak awal menjadi siswa. Bisa dilakukan selama masa pelatihan. Apalagi kalau kamu sekolah di luar negeri. Lingkungan di luar negeri juga Flight Instructornya akan memudahkan kamu untuk menguasai bahasa ini.

Fliteline Aviation Indonesia dapat menjadi salah satu pilihanmu. Kami tidak mengacu pada peraturan pengelolaan sekolah pilot dari Indonesia yang cenderung berbelit-belit dan mempersulit seseorang meraih cita-citanya sebagai pilot.

Fliteline Aviation Indonesia juga berbasis di Filipina dan regulasi pengelolaan sekolahnya mengacu pada Amerika Serikat. Sehingga, syarat-syarat yang tidak fundamental seperti tinggi badan, asal sekolah, mata tidak boleh minus, gigi tidak boleh berlubang dan lain-lain tidak akan menghalangi seorang siswa sekolah pilot untuk mencapai cita-citanya.

Sehat Jasmani | Lolos Medical Check Up

Untuk menjadi pilot, kamu harus memiliki badan yang sehat. Oleh karenanya, kamu harus senantiasa menjaga kesehatan tubuhmu. Syarat ini kamu perlukan nantinya untuk lolos tes Medical (Medical Examination—disingkat MEDEX). Di Indonesia, tes ini dilakukan di Balai Kesehatan Penerbangan yang ada di Kemayoran.

Test MEDEX ini ada beberapa tingkatan, yaitu first class, second class, dan third class. First class diperuntukkan bagi seseorang yang akan mengambil Commercial Pilot License, tes kesehatannya dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Second class untuk Private Pilot License dan tes kesehatannya dilakukan setiap setahun sekali. Dan third class untuk Student Pilot License.

Ada berbagai bias info yang beredar terkait syarat-syarat kesehatan untuk menempuh pendidikan penerbangan. Akan kami jelaskan berikut ini.

Tidak Boleh Bertindik Dan Bertato

Syarat ini tidak mutlak. Hanya di Indonesia yang menetapkan regulasi ini. Sekolah-sekolah pilot di luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, dan Filipina tidak menetapkan aturan ini. Tato dan tindik bukan penghalang seseorang untuk menerbangkan pesawat.

Kenapa di Indonesia ada aturan ini? Barangkali karena Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan adat ketimuran, sehingga masih ada stigma-stigma terhadap hal-hal seperti tindik, tato, minuman beralkohol dan semacamnya.

Di Indonesia, orang bertindik dan bertato dianggap sebagai orang yang kurang baik, menyimpang, dan cenderung melawan hukum alias bertindak kriminal. Meskipun kenyataannya belum tentu demikian. Jadi, kalau kamu memiliki tato dan punya cita-cita menjadi pilot, pilihanmu adalah sekolah di luar negeri.

Gigi Tidak Boleh Bolong, Mata Tidak Boleh Minus, Plus dan Buta Warna

Apakah seorang pilot tidak boleh berkaca mata? Jawabannya: boleh. Tetapi, kebanyakan sekolah pilot di Indonesia menetapkan aturan bahwa siswa sekolah pilot tidak boleh memiliki mata minus, plus, dan buta warna. Sama sekali tidak dapat diganggu gugat. Tetapi setelah mendapatkan lisensi dan menjadi pilot, diperbolehkan menggunakan kacamata.

Kebijakan tersebut tidak ditetapkan di negara-negara lain. Artinya, segala hal yang memungkinkan seseorang lolos tes Medical, itulah yang menjadi standar. Dan lolos tes Medical bukanlah sesuatu yang tidak dapat diusahakan sama sekali (bersifat given). Inilah salah satu perbedaan sekolah penerbangan di Indonesia dengan di negara lain.

Misalnya, di Indonesia secara umum, siswa datang harus dalam kondisi paripurna. Tetapi di negara lain tidak demikian. Apabila kamu memiliki kekurangan seperti mata minus, plus dan buta warna, kita akan melihat terlebih dahulu seberapa parah dan apakah dapat ditoleransi. Kalau tidak bagaimana? Tentu akan diusahakan oleh sekolah.

Gigi bolong? Ya ditambal saja. Mata minus, plus? Dilihat dulu, memang ada maksimal toleransi. Kalau masih bisa ditoleransi, ya bisa saja lolos tes Medical. Bagaimana dengan buta warna? Asalkan bukan buta warna total, maka masih bisa diatasi.

Tinggi Minimal 160 cm

Ini adalah salah satu persyaratan yang ditetapkan di hampir seluruh sekolah pilot di Indonesia. Kalau kamu hendak sekolah pilot di Indonesia, maka aturan ini harus kamu ikuti. Kurang sedikit tidak masalah. Beberapa sekolah masih memberikan toleransi.

Tapi mayoritas sekolah pilot di luar negeri tidak menetapkan batasan tinggi badan. Kenapa demikian? Karena tinggi badan hanya sebagai syarat administratif saja. Bahkan Jessica Cox, seorang perempuan yang tidak memiliki 2 lengan saja bisa menerbangkan pesawat. Jadi, tinggi badan juga seharusnya tidak membuat seseorang terhalangi dari impiannya menerbangkan pesawat bukan?

Oke, itu tadi adalah informasi-informasi yang bias dalam dunia sekolah penerbangan. Lalu apa yang pasti untuk bisa lolos Tes Medical (MEDEX)? Catat baik-baik ya. Satu hal yang sama sekali tidak boleh kamu lakukan adalah mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkotika dan narkoba. Hal itu mutlak. Karena di manapun kamu melakukan tes kesehatan pasti itu akan ketahuan.

Jadi, buat kamu yang merasa memiliki kekurangan fisik—yang sebenarnya juga tidak seberapa—seperti yang sudah kita sebutkan tadi, misalnya gigi bolong, mata minus dan lain lain, kamu tidak perlu risau.

Syarat-syarat seperti itu tidak perlu terlalu kamu pusingkan. Tak jarang, orang yang bermata minus atau bergigi bolong atau bahkan tingginya kurang sedikit, bisa lolos menjadi siswa di sekolah pilot. Syarat tinggi 160 cm itu misalnya, kalaupun kurang sedikit, tidak masalah. Ini hanya standar tinggi untuk mencapai kabin pesawat.

Intinya, kekuranganmu bukan akhir dari segalanya. Kalau merasa punya kekurangan si satu sisi, kamu harus menutupinya dengan kelebihan di sisi yang lain. Jika kamu memang memiliki cita-cita menjadi seorang pilot, pupuklah keinginan dan tekadmu.

Pantang mundur dan jangan mudah goyah. Sebab, ini hanyalah salah satu dari sekian banyak ujian yang harus kamu hadapi. Dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita itu, kamu masih harus menghadapi banyak rintangan lainnya. So, ketahanan mental adalah satu hal yang wajib kamu miliki ya!

Tidak ada sesuatu yang pasti di dunia ini. Satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Pada dasarnya, untuk menjadi pilot, kamu harus bersaing, berkompetisi dengan banyak orang lain yang juga memiliki cita-cita yang sama.

Setiap orang memiliki kekurangan. Tapi, kekurangan kecil tidak akan dilihat apabila kamu memiliki kompetensi yang lebih besar. Percayalah pada usahamu, karena seperti kata pepatah: usaha tidak akan menghianati hasil.

Tetapi bukan berarti kamu jadi sembrono dengan tubuhmu. Kamu tetap harus menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. Karena itu tetap akan menjadi nilai plus untuk kamu. Ada sekolah-sekolah pilot yang menambahkan syarat mata tidak boleh minus dan lain sebagainya. Tapi itu adalah kebijakan sekolah.

Maka,  bagi kamu yang memiliki kesehatan paripurna, itu merupakan salah satu keuntungan karena kamu bisa memilih sekolah pilot manapun yang menggunakan aturan kesehatan yang ketat untuk kamu masuki.

Bagi yang memiliki kekurangan, jangan berkecil hati. Di Indonesia ada ribuan sekolah pilot yang bisa kamu masuki. Kamu tinggal menyesuaikan dengan aturan-aturan mereka.

Syarat Masuk Sekolah Pilot 

Oke, setelah mengetahui dan memahami syarat dasar untuk menjadi pilot, kemudian kamu perlu mengetahui pula syarat masuk sekolah pilot pilihanmu. Perhatikan dan pertimbangkan dengan baik sekolah pilot mana yang akan kamu masuki.

Sekolah pilot di Indonesia tidak masalah. Biayanya bervariasi dan relatif lebih terjangkau. Tetapi kamu harus mematuhi persyaratan-persyaratannya yang cukup ketat seperti yang sudah kami sebutkan tadi.

Selain itu, kamu juga hanya bisa mendapatkan lisensi untuk terbang di dalam negeri. Tapi kamu masih bisa konversi kalau mau dapat izin terbang di luar negeri, untuk melamar di Airlines luar negeri misalnya.

Tetapi, beda cerita kalau kamu kuliahnya di luar negeri. Banyak opportunity yang akan kamu dapatkan yang tidak bisa kamu dapatkan jika sekolah pilot di dalam negeri. Mulai regulasi yang lebih bersahabat, kemampuan berbahasa Inggris lebih meningkat karena sehari-hari menggunakan bahasa tersebut dan tidak buku teks yang tidak berbahasa Inggris, skill penerbangan yang lebih terasah karena faktor kemudahan regulasi tadi hingga lisensi yang bisa digunakan di beberapa negara.

Tapi okelah, mari kita bahas syarat-syarat apa saja yang harus kamu siapkan untuk memasuki sekolah pilot.

Fisik | Tiap Sekolah Punya Kebijakannya Masing-Masing

Sebenarnya ini tidak perlu saya ulas lagi ya. Tapi tidak masalah, akan saya jelaskan lagi agar kamu bisa memahaminya dengan utuh.

Oke, di syarat-syarat dasar tadi, kita sudah ulas ada 3 hal yang harus kamu penuhi, yaitu usia (untuk mengambil lisensi penerbangan, ini beda-beda antara sekolah penerbangan di Indonesia dengan di luar), bahasa (kemampuan Bahasa Inggris yang baik akan membantu siswa dalam pendidikannya, tapi bisa juga dipelajari ketika Ground School, yaitu masa awal pendidikan sebelum mengambil lisensi), dan lulus tes kesehatan (MEDEX).

Nah, sebenarnya di syarat-syarat dasar saja sudah ada beberapa perbedaan. Tidak semua pendidikan penerbangan di dunia menetapkan syarat dasar yang sama. Oleh karenanya, syarat-syarat tambahan yang diatur oleh sekolah pilot juga semakin bervariasi.

Di mana letak perbedaannya? Banyak. Kalau kamu ingin tahu secara spesifik tentang syarat-syarat setiap sekolah penerbangan, kamu bisa mencari tulisan lain yang mengupas tuntas tentang hal itu. Di sini, kita akan bahas secara garis besar saja. Karena kalau spesifik, itu perlu tulisan tersendiri.

Misalnya tentang syarat fisik. Tiap sekolah punya kriteria yang berbeda-beda. Untuk tinggi badan saja, ada yang memperbolehkan kurang dari 160 cm. Ada yang harus minimal 165 cm. Secara umum, jika kamu ingin mengambil pendidikan di Indonesia, syarat tinggi badannya untuk perempuan minimal 160 cm dan laki-laki 165 cm. Di beberapa sekolah boleh kurang sedikit.

Menjadi seorang pilot itu sebenarnya mudah, dari perspektif syarat-syarat dan administratif. Tapi itu tergantung sekolahnya. Kalau regulasi yang dipakai agak ketat ya begitulah, tidak lagi bisa dikatakan mudah.

Skor TOEFL/TOEIC

Untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seorang calon pilot, mayoritas sekolah pilot di Indonesia memberi syarat masuk berupa skor TOEFL atau TOEIC tertentu. Ada berbagai rentang nilai yang digunakan sebagai kriteria minimal di sekolah-sekolah penerbangan di Indonesia.

Ada yang minimal skor TOEFL-nya 400 sedangkan TOEIC-nya 600. Ada juga yang TOEFL-nya minimal 550 sedangkan TOEIC-nya 700. Macam-macam. Karena ini adalah kewenangan setiap sekolah untuk menentukan.

Hal itu berlaku di Indonesia. Di luar negeri seperti Filipina tidak. Mereka tidak menetapkan standar nilai TOEFL atau TOEIC dan tidak meminta sertifikat TOEFL atau TOEIC juga. Kenapa? Karena selama pelatihan, secara alami setiap siswa calon pilot akan berusaha untuk memahami instrukturnya—yang 100% menggunakan Bahasa Inggris.

Terlebih, sebelum bisa mengambil sertifikat PPL-nya, siswa calon pilot harus melampirkan sertifikat ELP (English Languange Program).Jadi, ketika lulus bisa dipastikan kemampuan Bahasa Inggrisnya sudah memadai.

Tes Akademik

Oke, ini juga variasi lain dari syarat yang ditetapkan oleh sekolah pilot  kepada calon siswanya. Hampir semua sekolah penerbangan di Indonesia mengadakan tes akademik sebagai salah satu rangkaian tes masuk sekolah tersebut. Tidak semuanya, tapi mayoritas begitu.

Selama ini, opini yang berkembang mengenai profesi penerbang adalah kemampuan Matematika dan Fisikanya harus bagus. Oleh karenanya, sekolah penerbangan yang dikelola pemerintah mensyaratkan calon siswanya dari SMA Jurusan IPA.

Sebelum kita mengulas apakah semua sekolah penerbangan di dunia menerapkan tes ini sebagai salah satu syarat masuknya, kita ulas dulu seberapa penting sih tes akademik ini. Sebenarnya, kemampuan Matematika dan Fisika di sekolah pilot itu tidak terlalu dominan diperlukan. Maksud saya, ya itu diperlukan agar kamu bisa memahami fundamental konseptual sejak teori sampai praktik.

Tapi tidak sangat diperlukan ketika kamu telah berlatih teknisnya. Karena toh kamu tidak akan menghitung sendiri fuel saat menerbangkan pesawat. Kamu tinggal menggunakan perangkat canggih abad 20 bernama komputer.

Jadi inteligensia tidak diperhitungkan di sini? Bukan begitu. Kita ingin siapapun yang memiliki cita-cita sebagai pilot agar tidak terbebani dengan berbagai stigma dan mitos terkait sulitnya seleksi masuk sekolah pilot, tes kesehatannya dan lain-lain. Kita ingin mengatakan bahwa itu semua bisa dipelajari. Jadi, kalau berusaha dan berjuang keras, tidak ada yang tidak mungkin bukan?

Oke, selanjutnya bisa kamu tebak. Sekolah pilot di luar negeri tidak membebani calon siswanya harus melalui tes akademik. Kemauan dan usaha siswa sekolah pilot untuk memahami instruktur penerbangnya dan lulus dari ujian-ujian lisensi akan menjadi kunci utama seseorang bisa menjadi pilot.

Dana Untuk Mendaftar Sekolah Pilot

Nah, di bagian inilah biasanya banyak orang mengeluhkan besarnya dana untuk menempuh pendidikan pilot. Ya, kami tidak akan menyanggah ini. Memang benar dana adalah salah satu kunci utama untuk bisa menyelesaikan pendidikan pilot.

Tapi, untuk membuat hal ini sedikit lebih ramah, biasanya setiap sekolah pilot memiliki skema pembayaran yang didesain untuk meringankan pembayaran. Bisa dicicil dalam kurun waktu tertentu (sesuai skema yang disediakan pihak sekolah).

Berapa kisaran biayanya? Baca di sini ya!

Fliteline Aviation Indonesia ini misalnya, siswa yang sekolah di tempat kami bisa mencicil biaya sekolah selama masih pelatihan (sekolah). Untuk mengambil sekolah dengan lisensi PPL, CPL, dan IR 160 jam terbang, biaya yang diperlukan adalah $50.000.

Biayanya mahal banget? Memang biaya adalah ujian paling berat bagi orang-orang yang ingin menjadi pilot. Lantas, apa tidak ada beasiswa yang diberikan pemerintah daerah? Ada, tentu saja. Tapi masuknya tidak di sembarang sekolah. Kamu tidak bisa memilih sekolah kalau mau mendaftar beasiswa. Karena hal itu pasti menjadi kebijakan pemberi beasiswa.

Dan perjuangan kamu bakal 100 kali lebih berat dibandingkan membayar sendiri. Jelas saja, karena kamu harus bersaing dengan sekian ratus ribu orang untuk kursi yang sedikit. Sehingga, persyaratan paripurna harus kamu siapkan. Mulai fisik, kesehatan hingga inteligensia. Karena biasanya itulah yang menjadi kriteria utama. Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.

Lantas kalau jalur beasiswa apakah masih bisa mendapat toleransi fisik dan kesehatan seperti mata minus dan lain lain? Karena jalur beasiswa sistemnya bersaing, tentu akan disaring terbaik dari yang terbaik. Jadi, tidak bisa. Kecuali pesaing-pesaingmu tidak lebih baik daripada kamu.

***

Baiklah, kita telah membedah dan mengulas tuntas syarat-syarat untuk menjadi pilot. Mulai syarat basic sampai advanced. Kalau kamu merasa ada syarat tertentu yang kamu tahu tapi belum ada di ulasan ini, tuliskan di kolom komentar ya! Agar bisa kami ulas di tulisan lainnya. Oke, sampai jumpa di tulisan lainnya, dan semangat menggapai cita-cita ya!

Bagikan Postingan Ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on google

Tinggalkan komentar

Baca Artikel lainnya

LISENSI

ASURANSI

Copyrights © 2021All Rights Reserved. Developed by Sekolah Pilot Filipina

Chat via Whatsapp