Pilot Batik Air dan Hantaman Wabah Pandemi

Pilot Batik Air dan Hantaman Wabah Pandemi

Pilot Batik Air

Misi kemanusiaan untuk evakuasi sejumlah WNI dari Wuhan yang terjebak virus corona, memunculkan cerita pilot Batik Air yang kemudian layak disebut sebagai superhero. Adalah Destyo Usodo pilot dari Batik Air yang mengemban misi tersebut. 

Tugas yang diberikan hanya satu, jemput WNI yang terjebak dan tidak bisa pulang dari Wuhan dengan selamat. Misi itu rupanya diselesaikan dengan baik oleh Destyo .

Diketahui ada sekitar 238 WNI yang harus dievakuasi, dan dalam misi  itu, Destyo Usodo dibantu oleh 17 awak kabin lainnya. 

Kisah Destyo Usodo Pilot Batik Air Yang Jalankan Misi Kemanusiaan ke Wuhan
Kisah Destyo Usodo Pilot Batik Air Yang Jalankan Misi Kemanusiaan ke Wuhan

Cerita Dibalik Misi Kemanusiaan 

Destyo Usodo mengaku jika misi  penjemputan WNI di Wuhan China itu adalah misi yang paling berkesan yang pernah di emban. Ternyata, Destyo  memang kerap melakukan sejumlah misi kemanusiaan selama dia berprofesi sebagai pilot. 

Tercatat dia telah 3 kali melakukan misi kemanusiaan, termasuk penjemputan WNI  ini. Dua lainnya adalah saat Destyo  menjalankan misi saat terjadi kerusuhan di Balikpapan, Banjarmasin dan Ambon pada tahun 1998 – 1999.

Kemudian misi satu lagi saat dia bekerja untuk Lion Air, untuk mengevakuasi WNI yang berada di Timor Leste. 

Merasa Bangga Dengan Misi Yang Ditugaskan

Saat Destyo  dan 17 awak pesawat Batik Air lainnya mendapatkan misi itu dari perusahaan, mereka merasa bangga dan tidak ada kekhawatiran sedikit pun. Meskipun juga, mereka sedang tidak ada jadwal penerbangan ke Wuhan . 

Tentu mereka pun menjalankan misi tersebut sesuai dengan SOP dalam menangani wabah virus Corona. Bahkan sebelum berangkat menjemput WNI dari Wuhan itu, mereka juga menjalani sejumlah tes kesehatan dan juga mendapat suntikan vaksin.

Baca  Sekolah Penerbangan Bisa Jadi Pilihan Tepat!

Pilot Batik Air Jemput WNI dari Wuhan

1 Februari 2020, sebuah pesawat Batik Air jenis Airbus A330-300 yang mengangkut Destyo  dan 17 awak pesawat lainnya, berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 1 siang.

Pesawat pun take-off dengan sukses dan setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam, mendarat dengan selamat di Wuhan.

Rupanya, tidak hanya Indonesia yang melakukan evakuasi warganya yang terjebak wabah virus Corona di Wuhan. Akan tetapi sejumlah negara lain seperti India, Maroko dan Myanmar juga melakukan evakuasi. 

Sayangnya setiba di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, China itu, proses tidak berjalan sesuai jadwal. Terjadi keterlambatan dari waktu yang ditentukan sebelumnya, karena terjadi prosedur yang cukup rumit akibat dampak pandemi virus Corona.  

Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, pesawat Batik Air itu pun segera bertolak kembali ke Indonesia. Destyo  dan 17 crew lain, berhasil mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam.

Selanjutnya, semua penumpang yang telah dievakuasi termasuk Destyo dan awak kabin, menjalani karantina selama 14 hari. Hal tersebut untuk memastikan mereka semua tidak positif Corona.

Sebenarnya Destyo  mengaku terkejut ketika diharuskan mendarat di Bandara Hang Nadim. Sebab, tujuan pendaratan sebelumnya bukanlah menuju bandara itu. Apalagi harus menjalani karantina beserta penumpang lainnya. Namun meski demikian, hal itu sudah dianggap Destyo sebagai resiko dalam menjalankan sebuah misi. 

Pesawat Batik Air
Pesawat Batik Air

Imbas Pandemi Hantam Batik Air

Sayangnya, setelah Batik Air sukses melaksanakan misi evakuasi WNI di Wuhan, anak perusahaan Lion Air itu pun tidak bisa menghindar dari serangan pandemi Covid19. Dikabarkan pihak Batik Air mengalami kesulitan keuangan dan mengambil kebijakan untuk melakukan efisiensi kinerja. 

Dampak Pandemi Corona Pilot Batik Air Ditawari Cuti Tanpa Dibayar

Pandemi Corona telah membuat layanan perjalanan rute domestik dan internasional Batik Air menurun signifikan.

Baca  Sekolah Pilot Terbaik Untuk Gapai Cita-Citamu

Sebagai langkah efisiensi dan mengurangi tanggungan perusahaan, Batik Air pun dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan penawaran cuti di luar tanggungan atau cuti tanpa dibayar kepada seluruh karyawan termasuk pilot mereka. 

Isu Cuti Di Luar Tanggungan Berawal dari Pesan Berantai

Kabar ini pertama kali muncul ke permukaan melalui pesan berantai yang konon dikirim oleh perusahaan ke seluruh karyawan termasuk pilot Batik Air. 

Berita terkait tawaran untuk cuti tanpa dibayar bagi karyawan termasuk pilot Batik Air itu tersebar ke sosial media.

Dalam isi pesan berantai tersebut, diawali dengan penjelasan terkait langkah perusahaan yang harus diambil untuk menekan tanggungan perusahaan yang menyebabkan kesulitan keuangan sebagai imbas Corona yang menjadi pandemi. 

Kemudian dalam pesan berantai itu juga dijelaskan mengenai skema program cuti yang dimaksud. Ada 3 skema cuti tanpa dibayar yang ditawarkan Batik Air kepada karyawan termasuk pilot mereka yakni. 

  • Mei
  • Juni
  • Cuti Untuk Bulan Mei dan Juni 

Pada bagian akhir pesan berantai itu, dijelaskan juga bagi karyawan yang sukarela mengambil cuti dua bulan yakni Mei dan Juni untuk segera mendaftar paling lambat pada 22 April 2020. 

Perusahaan Mengamini Pesan Berantai

Berita terkait isu pilot Batik Air ditawari cuti melalui pesan berantai ini pun dikonfirmasi oleh pihak perusahaan. Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communication Lion Air Group membenarkan kabar tersebut.

Program cuti di luar tanggungan itu pun menjadi seakan menjadi pukulan bagi karyawan termasuk pilot Batik Air. 

Meski demikian, Danang Mandala Prihantoro menambahkan bahwa program cuti di luar tanggungan atau cuti tanpa dibayar itu sifatnya sukarela. Dan pihaknya terus menekankan bahwa langkah ini mau tidak mau harus dilakukan, sebagai upaya mengurangi beban perusahaan.

Program Cuti Sebagai Upaya Mengurangi Beban Perusahaan Akibat Virus Corona

Dalam penjelasannya, dia mengatakan bahwa sejumlah rute domestik dan internasional tidak beroperasi sebagai imbas Corona. Terlebih lagi dengan adanya larangan mudik sesuai dengan instruksi Kemenhub.

Baca  Biaya Sekolah Pilot 2020 Mahal? Don't Worry

Alasan pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan larangan mudik tersebut sebagai langkah untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Terlebih jumlah kasus positif Corona di Indonesia terus mengalami peningkatan. 

Tentu saja langkah pemerintah ini pun membuat produksi layanan penerbangan menurun signifikan. Pada akhirnya perusahaan pun mau tidak mau harus mengeluarkan kebijakan program cuti seperti ini sebagai upaya mengurangi beban perusahaan.

Industri Penerbangan Paling Terpukul Akibat Virus Corona

Memang saat ini wabah Corona telah memberikan pukulan terhadap berbagai sektor perekonomian khususnya pada industri penerbangan. 

Kerugian akibat wabah Corona ini sebenarnya tidak dialami oleh anak perusahaan Lion Air Group saja, tetapi hampir seluruh maskapai termasuk Air Asia, Garuda Indonesia dan lainnya juga mengalami penurunan produksi layanan penerbangan.  

Bahkan sebelum kasus Batik Air ini, Garuda Indonesia dikabarkan telah melakukan grounded terhadap 30 pesawatnya akibat virus Corona. 

Sejauh ini belum bisa diprediksi dengan pasti kapan pandemi Covid19 ini berakhir. Jika dilihat dampaknya pada ekonomi nasional, Menkeu Sri Mulyani bahkan menyebutkan jika wabah corona dampaknya jauh lebih besar 2 kali lipat daripada krisis ekonomi tahun 1998. 

Profesi Pilot Masih Menarik

Meski industri penerbangan saat ini sedang berada pada titik terendah akibat dari wabah pandemi Covid19, untuk profesi pilot sendiri sebenarnya masih cukup menarik. Justru jika nanti wabah pandemi telah berakhir, maka industri penerbangan akan kembali bergeliat lagi. 

Produksi layanan penerbangan untuk rute domestik dan internasional pun juga akan kembali ramai. Tentunya akan kembali terbuka lebar kesempatan berkarir sebagai pilot di sejumlah maskapai penerbangan.

Sembari menunggu wabah ini berakhir, adalah langkah yang tepat saat ini untuk mengambil pendidikan sekolah pilot. Fliteline Aviation School adalah yang direkomendasikan dalam hal ini. 

Leave a Comment

fliteline aviation indonesia
HUBUNGI KAMI
  • Lokasi

KANTOR : Jl. Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Indonesia

BASE : Fliteline Hangar, Plaridel Airport, Bulacan, Philipines

  • Kontak

Whatsapp : 0895 6187 41283

  • Email
Pembayaran
LISENSI
asuransi
asuransi
Copyright 2020 All rights Reserved. Developed By Sekolah Pilot Filipina
×